Mendekatimu
merupakan naluriku. Kemudian kamu berpura-pura tidak peduli dan menjauhiku.
Padahal aku yakin sekali dalam hatimu berkata “aku tidak bisa jauh darinya,dan
aku sangat peduli padanya”.
Itu mungkin hanya perasaanku saja atau sekedar harapanku saja. Hingga saat ini aku tidak pernah berfikir buruk tentangmu. Selalu merasakan kamu ada di dekatku. Melihatku dari kejauhan. Menerangi dalam kegelapan. Membersamai di saat kesepian.
Tapi apa boleh buat, semua yang aku bayangkan hanya sebatas angan, berandai-andai denganmu saja. Aku ingin sekali melengkapi kekuranganmu, menjadi yang tersakiti dalam bahagiamu, menjadi terluka dalam kecewamu dan menjadi derita dalam air matamu.
Kini harapanku sudah menjadi doa, dan kenyataan yang di tunggu akan segera tiba. Semua bergantung padamu. Memilih untuk mengabulkan doa ku. Atau tetap menjadi harapanku.
Itu mungkin hanya perasaanku saja atau sekedar harapanku saja. Hingga saat ini aku tidak pernah berfikir buruk tentangmu. Selalu merasakan kamu ada di dekatku. Melihatku dari kejauhan. Menerangi dalam kegelapan. Membersamai di saat kesepian.
Tapi apa boleh buat, semua yang aku bayangkan hanya sebatas angan, berandai-andai denganmu saja. Aku ingin sekali melengkapi kekuranganmu, menjadi yang tersakiti dalam bahagiamu, menjadi terluka dalam kecewamu dan menjadi derita dalam air matamu.
Kini harapanku sudah menjadi doa, dan kenyataan yang di tunggu akan segera tiba. Semua bergantung padamu. Memilih untuk mengabulkan doa ku. Atau tetap menjadi harapanku.
By : Mr Fikra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar